Para ahli merekomendasikan "metode detoksifikasi internal dan eksternal plus oral untuk pengobatan gagal ginjal, tanpa hemodialisis tanpa rasa sakit, hasilnya efektif, biaya diskon 30%!.

Klik:SWT Konsultasi Online

Nama saya Nurhayati, tinggal di Depok, ibu saya berusia 55 tahun, ibu saya menderita diabetes sejak lima belas tahun lalu, selama ini rutin mengkonsumsi obat penurun gula, dan banyak menjalani pengobatan tradisional/alternatif. Mungkin karena diabetes, dan rutin konsumsi obat-obatan, sehingga ibu mengalami gagal ginjal, ketika diperiksa angka toksin cukup tinggi, kreatinin serum (Cr) hingga 650umol / L, dan urea nitrogen (BUN) hingga 35mmol / L. Saat itu, dokter mengatakan salah satu cara mengeluarkan racun dalam darah adalah harus menjalani proses cuci darah/hemodialisis. Namun, setelah ibu menjalani pengobatan cuci darah, muncul banyak efek samping seperti tubuh menjadi lebih lemah. Sebelumnya, kondisi mental ibu baik-baik saja, tetapi setelah cuci darah/hemodialisis, wajah menjadi pucat dan tubuh semakin lemah. Bahkan semakin hari kulitnya menjadi hitam keabu-abuan. Kami pun beranggapan bahwa racun dalam tubuh ibu semakin banyak, sehingga frekwensi cuci darah semakin sering, dari sebelumnya hanya 10 hari sekali, meningkat menjadi seminggu sekali, dan kemudian meningkat menjadi dua kali seminggu. Melihat kondisi ibu yang semakin buruk, kami pun semakin khawatir dan tidak bisa membiarkan terus seperti ini, kami harus menemukan cara pengobatan baru untuk menyelamatkan hidup/nyawa ibu kami.
 


 

Untungnya, pada saat itu kami menemukan Klinik Utama Alia Medika Spesialis Gagal Ginjal di Jakarta, di mana dokter menjelaskan kepada kami secara rinci bahwa cuci darah/hemodialisis hanya untuk menetralkan racun dalam darah, bukan untuk pengobatan fungsi kinerja ginjal, sehingga tingkat cuci darah tentu akan semakin meningkat seiring waktu. Sedangkan pokok permasalahannya pada organ ginjal itu sendiri, dan bila fungsi ginjal tidak segera diobati tentu penyakit gagal ginjalnya tidak akan sembuh. Dokter menerangkan bahwa: Saat ini sudah ada metode pengobatan terbaru untuk terapi gagal ginjal, tidak perlu menjalani cuci darah/hemodialisis, hanya menggunakan metode detoksifikasi internal dan eksternal plus oral, yaitu dengan cara langsung diarahkan obat ke organ ginjal untuk medetoksifikasi racun, selain itu juga mampu memperbaiki fungsi kinerja ginjal dan mencegah produksi racun baru, dengan demikian baru dapat menyembuhkan sumber penyakit gagal ginjal.
 


 

Setelah kami mendengar penjelasan dari dokter, kami pun faham dan sesuai petunjuk serta saran pengobatan dokter ibu pun menerima pengobatan. Setelah 1 sesi pengobatan kondisi pemulihan ibu sangat cepat. Wajah kembali menjadi kemerahan, bengkak di paha pun hilang, tidak muntah lagi, selera makan meningkat. Indeks toksin serum kreatinin (Cr) turun menjadi 350umol / L, urea nitrogen (BUN) turun menjadi 15mmol / L, hasilnya sangat bagus, dan terus optimis mengikuti anjuran dokter untuk menjalani sesi pengobatan selanjutnya. Ibu saya pun sehat kembali, hingga sekarang lebih dari tiga tahun penyakit ibu Jarang kambuh lagi. Pemeriksaan rutin tahunan kreatinin serum dan urea nitrogen di bawah kisaran normal Cr150, di bawah BUN7.
 

Klinik Utama Alia Medika Spesialis Gagal Ginjal di Jakarta, menggunakan metode pengobatan detoksifikasi internal dan eksternal plus oral, obat langsung diarahkan ke dalam ginjal untuk menghilangkan racun, selain itu dapat merawat ginjal, memperbaiki fungsi kinerja ginjal, tanpa perlu menjalani cuci darah/hemodialisis, tanpa rasa sakit dan tanpa efek samping. pasien umum biasanya 3-5 hari efektif, sedangkan pasien yang berat efektifnya 5-10 hari, dan tingkat kesembuhkan lebih dari 90% serta tidak mudah kambuh. Selain itu untuk memberikan kemudahan pelayanan dan mengurangi beban ekonomi pasien, bagi sepuluh pasien yang mendaftar pertama setiap harinya, klinik kami memberikan keringanan biaya/diskon sebesar 30%.

Klik:SWT Konsultasi Online

DISCLAIMER : hasil dapat berbeda tergantung dari masing-masing individu

Registrasi Online